Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Gravel


Bahaya besar dalam hidup ini bukanlah cita-cita kita yang terlalu tinggi sehingga sulit mencapainya, namun impian kita yang terlalu sederhana sehingga mudah menggapainya.

~Michelangelo

Footpath


Belajarlah untuk menikmati setiap menit hidupmu. Bahagialah sekarang. Jangan menunggu sesuatu di luar dirimu yang akan membuatmu bahagia di hari depan. Bayangkan betapa sangat berharganya waktu yang dapat Anda manfaatkan, baik di tempat kerja maupun dengan keluargamu. Setiap menit harus dinikmati dan dirasakan.

~Earl Nightingale

Girls in the Weeds


Diri kita menunjukkan apa yang sering kali kita lakukan. Jadi, kebaikan bukanlah sebuah tindakan, melainkan kebiasaan.

~Aristoteles

Wooden Boat



Manusia menjadi sangat luar biasa saat mereka mulai berpikir bahwa mereka dapat melakukan banyak hal. Tatkala mereka percaya akan kemampuannya, mereka memiliki rahasia utama sebuah keberhasilan.
~Norman Vincent Peale

Plastic Flower


Lakukan apa yang kamu suka, maka kamu akan menyukai apa yang kamu lakukan.
~ Baljit Sethi

Warm Sunlight

 
Posted by Picasa
CAHAYA
Cahaya mentari menghangatkan jiwa
Jiwa yang tegar dari segala cobaan
Jiwa yang keras bagai sebuah karang
Yang tak kan hancur karna cobaan
Selalu mencoba bangkit walau itu sulit
Tak kenal lelah
Tak kenal menyerah
Selalu berjuang demi bumi pertiwi
Caci-maki hanyalah debu tak berarti
Lemparan amarah sudah makanan setiap hari
Tak akan berhenti hingga ajal menjemput nanti
Walau badan mulai lumpuh tak bergerak

Tak akan memadamkan kobaran api semangat ini

Shack Rice

 
Posted by Picasa
Ada hal-hal yang bisa kita kendalikan, dan ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. "HASIL" adalah hal yang diluar kuasa kita, tapi "USAHA" adalah hal yang sangat bisa kita kendalikan.

-Brian Tracy

Light Solitude

 
Posted by Picasa

KESENDIRIAN
Luka ini seakan membekas untuk selamanya di hati
Rasa bersalah yang tak akan pernah terobati
Raga yang tak snggup lagi menopang semua dosa ini
Jiwa yang tak mampu lagi melihat keindahan dunia

Aku disini terdiam dalam sepi
Terpaku pada sesuatu hal yang tak pasti
Segala upaya telah aku lakukan
Tapi apadaya, semua itu hanya sia-sia

Berharap semua akan kembali
Namun tuhan telah berkata lain
Segala pengorbanan yang telah dilakukan

Kini hanya menjadi sampah yang tak berarti

Hill Dream

 
Posted by Picasa
Kebanggaan terbesar kita bukan karena tidak pernah gagal, tetapi kemauan kita untuk bangkit setiap kali kita gagal.

-Ralph Waldo Emerson

Cascade

 
Posted by Picasa
Belum pernah sebelumnya kita mempunyai waktu yang begitu sedikit untuk melakukan hal yang begitu banyak.

-Franklin D. Roosevelt

Small Dragonfly

 
Posted by Picasa

"Butuh waktu untuk membangun sebuah usaha. Butuh waktu untuk membangun sebuah kehidupan. Dan butuh waktu untuk tumbuh dan berkembang. Maka, berilah diri Anda, perusahaan Anda, dan keluarga Anda waktu yang mereka butuhkan dan patut mereka dapatkan."

-Jim Rohn

Threads of Life

 
Posted by Picasa
Diri kita menunjukkan apa yang sering kali kita lakukan. Jadi, kebaikan bukanlah sebuah tindakan, melainkan kebiasaan.

-Aristoteles

Fond Memories

 
Posted by Picasa
Namaku Ajeng Kusuma Dewi, aku biasa dipanggil Ajeng oleh keluarga dan sahabatku. Aku adalah seorang siswi disalah satu SMA Negeri di kota Surakarta. Ayahku adalah seorang manajer dipusat perbelanjaan terkenal di kota Surakarta dan ibuku adalah seorang pegawai di salah satu Bank ternama di kota Surakarta. Aku adalah anak satu –satunya dikeluarga. Oleh karena itu , kedua orang tuaku sangat memperhatikan aku. Walaupun aku tidak dimanja , tetapi perhatian yang mereka padaku lebih dari cukup. Aku sangat bersyukur karena mempunyai orang tua seperti mereka. Walaupun kedua orang tuaku sangat sibuk dengan pekerjaan mereka. aku tetap senang karena mereka -hampir setiap detik- selalu meneleponku , memastikan bahwa anak kesayangan mereka baik-baik saja. Tapi walaupun begitu , terkadang aku kesepian juga. Walaupun banyak Teman yang menemaniku , sepertinya tetap saja hidup ini hampa.

*****Seperti biasa, pagi itu pak bayu (supir pribadiku) sudah menungguku di depan rumah. Sudah hampir 10 tahun pak bayu selalu setia mengantarkanku kemana pun tempat yang aku inginkan, pak bayu selalu sabar dalam menanggapi sifatku yang terkadang masih terlalu kekanak-kanakan. “oh ya pak . . . . hari ini aku anterin ke toko aksesoris ya, aku mau beli kalung di sana” pintaku kepada pak bayu. Dengan nada yang sabar pak bayu menjawab “ bukannya eneng hari ini ada les tari”. Sebentar saja pak, mau ya…” pintaku memaksa. “iya neng” jawab pak bayu sambil membukakan pintu mobil untukku.
Tidak ada yang spesial dihari itu, masih sama dengan hari-hari yang sebelumnya, mendengar pelajaran dari guru, bercerita sendri di kelas dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Ajeng terus menerus melihat kearah jam mungil berwarna merah jambu yang berada di tangan kanannya “ tinggal 5 menit lagi” gumamnya. Bel istirahat mulai terdengar merdu ditelinganya yang menandakan dia bisa bergerak bebas dan keluar dari kelas yang menurutnya adalah sebuah ruangan pengekang yang tak bisa mengekpresikan apa yang dia mau. Ajeng merupakan salah satu anak yang cerdas di kelasnya tapi meskipun dia cerdas, dia hanya mau memperhatikan mata pelajarang yang menurutnya menarik saja, apabila dianggap membosankan pelajaran itu dia tidak akan memperhatikannya sama sekali, tapi untungnya dia selalu mendapatkan peringkat lima besar di kelasnya, dan dia juga seorang penari yang cukup berbakat. Ajeng pernah mendapatkan juara 1 lomba tari tradisional tingkat propinsi, dan masih banyak lagi peringkat yang dia dapatkan.
“ayo Nta kita ke kantin” ajak Ajeng kepada Sinta sahabat karibnya, Ajeng sudah berteman dengan Sinta sejak dia duduk di kelas satu SMA. Sinta adalah anak yang ceroboh dan suka bercanda, walaupun begitu Sinta adalah sahabat sejati bagi Ajeng, dia selalu menemani dan menghibur Ajeng disaat kesepian. “bentar Jeng aku mau nulis tugas dari pak Hendra tadi, kamu ke kantin aja dulu nanti aku nyusul”. Dengan agak kecewa Ajeng pergi meninggalkan Sinta yang masih sibuk mengerjakan tugasnya. “Ajeng” sapa seorang laki-laki yang sebaya dengannya. “ ada apa Fi?” jawab Ajeng kepada Arfian. “Kamu mau ke kantin? Bareng ya…” dengan nada agak sedikit malu Ajeng menjawab “ iya boleh”. Arfian adalah laki-laki yang sudah lama ajeng kagumi. Arfian adalah ketua OSIS di sekolahnya sekaligus teman di sanggar tari yang Ajeng ikuti, tapi sampai sekarang Ajeng belum berani menyatakan CINTA kepada Arfian. Dia masih terlalu GR (Gede Rasa) kalau harus duluan yang menyatakan cinta, karna menurutnya yang harus menyatakan cinta terlebih dahulu adalah seorang laki-laki bukan perempuan.
*****waktu sudah menunjukkan pukul 14.30. “saatnya pulang” guma Ajeng. “Jeng nanti malam ada acara gak? Kita ke mall papi lu yuk, aku pengen belanja disana” ajak Sinta sambil agak memaksa. “ jam berapa?” jawab Ajeng dengan agak terpaksa karna harus menuruti sahabat karibnya ini.“Jam 7 aku jemput ya Jeng…”. “iya Nta” dengan nada yang masih agak terpaksa. Seperti biasa pak bayu selalu setia menunggu Ajeng di depan pintu gerbang. “ayo pak kita ke toko aksesoris dulu setelah itu baru ke sanggar” pintanya kepada pak Bayu. “ Siap neng” jawab pak bayu dengan nada yang tegas seperti seorang prajurit yang akan menerima perintah dari komandannya. “ ih pak Bayu gitu jawabnya, kayak orang mau perang aja” sambil ketawa melihat tingkah laku pak Bayu yang seakan membukakan pintu untuk seorang Putri raja. “ sekali-sekali kan ngak apa-apa neg, biar kayak supir professional gitu” jawab pak Bayu dengan gayanya yang masih seperti seorang tentara. “ayo pak cepat sudah jam segini”

*****malam iu pun Sinta menjemput Ajeng tepet pukul 7 ”ayo Jeng cepetan keluar, aku udah di depan gerbang ni” SMS Sinta yang dikirimkan kepada Ajeng. Tak menunggu beberpa lama Ajeng keluar dengan menggunakan baju ungu dan celana jin, tas selempang, topi berwarna coklat, kacamata dan tak lupa jem mungil yang berwarna pink, yang slalu melekat di pergelengan tangannya. “kebiasaan lu, tiap kita mau maen ke mall papi lu basti pakek baju kayak gitu, kayak mau jadi mata-mata aja” gerutu Sinta. “ la mau gimana lagi kan papi ku ngiranya aku lagi belajar dirumah, dah jangan protes kita langsung kesana aja” jawab Ajeng yang agak kesal ditanya seperti itu oleh Sinta.dengan mengendarai mobil jazz milik Sinta tak membutuhkan waktu yang lama untuk menuju mall yang dimaksut, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. “akhirnya sampai juga, hari ini aku mau belanja sepuasnya Jeng” celoteh Sinta. “ ya . . .ya. . .ya. . . terserah kamu lah Nta, aku Cuma nganterin doank, jangan lupa ntar traktir aku makanan di lantai tiga” ucap sinta ketika mendengar celotehan si Sinta. “yaelah . . . . papi lu kan yang punya mall ini, ngapain gak minta langsung aja ke papi lu” ejek Sinta. “biarin kan elu yang ngajak gua” jawab Ajeng. Tak disangka-sangka ketika Ajeng dan Sinta tengah asik berkeliling mall, Dia bertemu dengan Fian. “eh Fian . . . . kesini sama siapa” sapa Sinta memulai pembicaraan. “ tadi sih sama adikku, tapi gak tau sekarang dia ada dimana”, jawab Fian. mereka bertiga pun akhirnya menuju ke lantai tiga mall tersebut untuk membeli makanan. Tak disangka-sangka ternyata selama ini Fian memiliki rasa suka terhadap Ajeng dan pada kesempatan kali ini Fian ingin mengutarakan perasaannya kepada Ajeng. “Jeng . . . . bisa bicara sebentar?” Tanya Fian. “ya langsung aja ngomong” jawab Sinta. “aku malu ada Sinta disini” jawab Fian dengan nada malu-malu. Tanpa disuruh ketida nama Sinta disebut, Sinta menyadari apa yang ingin diutarakan oleh Fian sekarang ini, jadi dia segera minta ijin untuk pergi ketoilet. “eh aku pergi ke toilet dulu ya, perutku dah sakit banget ni” celoteh Sinta. “iya Nta, jangan lama-lama ya . . . “ jawab Ajeng. Tanpa disuruh lagi Fian segera memulai pembicaraan “Jeng, sebenarnya aq sudah merhatiin kamu dari dulu . . . . aku udah suka ama kamu ketika dulu kamu nari diacara perpisahan kakak kelas kita, jeng kamu mau gak jadi pacarku?”. Tanpa berfikir panjang ajeng seketika itu mengangguk tanda mengiyakan. “jadi kamu mau? Hari ini resmi kita jadian?” Tanya Fian sekali lagi. “iya Fi . . . sebenarnya aku juga udak kagum ma kamu sejak dulu, tapi aku malu untuk ngungkapin perasaanku” jawab Sinta. tak disangka hari itu menjadi hari yang paling bahagia bagi hidup Arfian dengan Sinta.

*****Berselang satu bulan setelah Fian dengan Sinta menjalin kasih. “Fin anti kamu mau lihat perlombaan tari ku di Balaikota gak?” tanya Sinta. “ pasti mau dong, apa sih yang enggak buat kamu” jawab Fian dengan nada manja. “ciye . . . ciye . . . pasangan baru nih, jadi ngiri aku” goda Sinta. “apaan sih Nta, bikin malu aja, ntar kamu juga ikut liat perlombaanku ya . . . “ jawab Ajeng. “siap bos aku past dateng” ucap Sinta. siang itu Ajeng dang Sinta sudah berada di balai kota, tapi belum Nampak Fian disitu, Ajeng mulai kawatir karna Fian belum datang, dia mencoba menelfon rumah tapi kata pembantunya Fian sudah berangkat, mencoba untuk menelfon HP Fian tetapi nomornya tidak aktif. Akhirnya giliran Ajeng untuk tampil, tetapi Fian belum datang juga, Ajeng semakin kawatir. Setelah selesai pentas Ajeng ditelfon oleh keluarga Fian. “halo Ajeng . . . ini ante ibunya Fian, bisa kerumah sakit sekarang? Fian tadi mengalami kecelakaan, dia menyuruh tante untuk menelfon kamu” dengan nada terisak. Tanpa disuruh lagi Sinta segera menuju rumah sakit tempat Fian dirawat, Ajeng suda tidak memperdulikan perlombaan yang dia ikuti. “Fian . . . “ seketika itu Ajeng menagis di ruangan Fian di rawat. Ternyata Ajeng sudah terlambat, Fian mengalami pendarahan hebar di otaknya sehingga nyawanya tak dapat tertolong lagi. “sudah Jeng . . . di iklaskan, biar Fian bisa tenang disana” hibur Sinta. “ tapi Nta . . .” jawab ajeng yang masih menangi. Sinta memeluk ajeng, dia tidak tau harus berkata apa lagi untuk menghibur temannya, Sinta juga merasa sedih karna kehilangan serang teman.

*****Seminggu setelah kematian Fian, Sinta sekarang menjadi lebih pendiam dan sering melamun. Sebagai sahabatnya Sinta selalu untuk mencoba menghibur Ajeng. Siang itu Sinta mengajak Ajeng untuk bermain di taman kota, dia ingin mengenalkan sepupunya dari bali yang sedang berlibur ke Surakarta. “Jeng ini sodaraku dari Bali yang aku ceritakan tadi siang” ucap Sinta memulai pembicaraan. “kamu yang namanya ajeng, kenalkan nama ku Kenar, aku asli Bandung tapi ayah mengajak kami semua pindah ke Bali, ternyata kamu lebih cantik dari apa yang aku bayangkan” ucap Kenar. Ajeng tidak terlalu merespon karena dia masih terpukul dengan kejadian seminggi yang lalu. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Sinta, Sinta berencana menjodohkan Ajeng dengan Kenar. Karena dengan sifat kenar yang mudah bergaul dan pandai, dapat merubah kesedihan Ajeng menjadi kebahagiaan. Satu minggu berlalu Ajeng mulai mau berdamai dengan perasaannya, Sinta dan Kenar selalu mencoba menghiburnya. “hari ini cerah, yuk kita pergi ke mall?” ajak Kenar. Sinta dan Ajeng mengangguk mengiyakan. Sampailah mereka bertiga ke mall yang dituju, mereka langsung menuju ke lantai tiga untuk membeli makanan. “Jeng aku pengen bicara” ucap Kenar. Aku memang tak sebaik dan setampan Fian, tapi stu yang aku tau, aku menyukai kamu sama besarnya dengan Fian, di sini ditempat kita duduk adalah tempat dimana Fian menembak kamu, aku sungguh ingin bisa mengenal kamu lebih dekat lagi, dan bisa membuat kamu bahagia, tidak terpuruk dalam kesedihan, Ajeng Kusuma Dewi maukah kamu menjadi Kekasihku?”. Ajeng terkejut dengan perkataan Kenar. Dia juga baru sadar kalau tempat yang dia duduki adalah tempat dimana Ajeng jadian dengan Fian. Ajeng seketika itu menangis, atara menagis senang bercampur dengan bimbang. “ aku tidak bisa menjawabnya sekarang, aku masih terlalu bingung dengan semua hal yang terjadi, tolong beri aku waktu beberapa hari” jawab Ajeng. Setelah kejadian itu Ajeng seperti ditelan bumi, Dia menghilang entah kemana, kata pembantunya, Ajeng sedang menenangkan diri. Ajeng berpesan untuk tidak memberitahukan keberadaan Ajeng sekarang. Satu minggu sudah Ajeng menghilang. Sinta dan Kenar setiap hari selalu pergi kerumah Ajeng untuk menanyakan hal yang sama “dimana Ajeng sekarang Bik?” karena merasa kasihan dengan Kenar dan Sinta, akhirnya mereka berdua di beri tahu keberadaan Ajeng sekarng ini. Ajeng sekarang berada di sanggar tari Jogja dia ingin menenangkan diri sambil mencoba melatik tarian-tarian khas jogja. Tanpa piker panjang Sinta dan Kenar menuju sanggar tari tersebut, tetapi ketika disana ternyata Ajeng sudah tidak ada, kata salah satu pengurus, ajeng sekarang tinggal bersama dengan pamannya, tapi pengurus sanggar tidak tau alamat pamannya Ajeng. Kenar dan Sinta merasa sedih karena tidak bisa bertemu dengan Ajeng, Kenar merasa bersalah karena setelah kejadian itu Ajeng sekarang menghilang. “Udah lah Ken, kalo jodoh nanto pasti ketemu, tenang aja, eh  . . . iya, mumpung kita di jogja ayo belanja ke Malioboro” ajak Sinta. Kenar pun mengangguk, malioboro sore itu sangat ramai, banyak sekali wisatawan lokal dan wisatawan asing. Ketika Sinta dan Kenar tengah asik berbelanja, mereka tak senganga menyenggol seorang wanita, tak disangka-sangka wanita itu adalah Ajeng. “Ajeng!!!” teriak Sinta karena senag “kamu kemana aja? Aku sama Kenar selama ini nyariin kamu, apa kamu gak kangen ama kita-kita? Kamu tega jeng ninggalin kita begitu aja”. “maaf  Sin, Ken . . . bukan maksutku ninggali kalian begitu aja, setelah kejadian Kenar Nembak aku, aku ingin nenangin diri dulu, ingi sejenak melupakan masa-masa kelam itu, tetapi ketika sadar aku sudah bisa berdamai dengan diriku, aku menjadi terlalu sibuk dengan kegiatan Tariku disini, Maafin aku ya?” ucap Ajeng. “jeng maafin aku juga ya, yang tiba-tiba nembak kamu begitu aja tanpa ngerti’n perasaan kamu, aku tulus mencintai kamu jeng jadi aku pengen bisa buat kamu bahagia” uacap Kenar. “aku juga mulai suka sama kamu ken tapi aku belum bisa jawab karena masih ada Fian di hatiku ini, aku mnta maaf yang sebesar-besarnya. Jawab Ajeng. “ tak apa Jeng . . .yang penting aku bias ketemu kamu itu dah cukup” ucap Kenar. “aku dicuekin lagi, tiap kalian ngomong aku gak pernah dianggep huft” protes Sinta. Ajeng dan Kenar tertawa melihat Sufat Sinta yang seperti anak kecil. Akhinya Ajeng bisa kembali bersekolah dan tak disangka Kenar pindah kesekolaha yang sama dengan Sinta dan Ajeng. Kini persahabatan mereka semakin akrab dan mungkin akan bertahan untuk selamanya. 

Fort Vastenburg

 
Posted by Picasa
Benteng Vastenburg adalah benteng peninggalan Belanda yang terletak di kawasan Gladak, Surakarta. Benteng ini dibangun tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. Sebagai bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta, benteng ini dibangun, sekaligus sebagai pusat garnisun. Di seberangnya terletak kediaman gubernur Belanda (sekarang kantor Balaikota Surakarta) di kawasan Gladak.
Bentuk tembok benteng berupa bujur sangkar yang ujung-ujungnya terdapat penonjolan ruang yang disebut seleka (bastion). Di sekeliling tembok benteng terdapat parit yang berfungsi sebagai perlindungan dengan jembatan di pintu depan dan belakang. Bangunan terdiri dari beberapa barak yang terpisah dengan fungsi masing-masing dalam militer. Di tengahnya terdapat lahan terbuka untuk persiapan pasukan atau apel bendera.
Setelah kemerdekaan, benteng ini digunakan sebagai markas TNI untuk mempertahankan kemerdekaan. Pada masa 1970-1980-an bangunan ini digunakan sebagai tempat pelatihan keprajuritan dan pusat Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya Kostrad untuk wilayah Karesidenan Surakartadan sekitarnya.
Namun sayang, kondisi benteng saat ini dipenuhi semak belukar yang menutupi kemegahannya. Kabar gembiranya, benteng ini akan segera direstorasi.

Key Dreams

 
Posted by Picasa
Kebanggaan terbesar kita bukan karena tidak pernah gagal, tetapi kemauan kita untuk bangkit setiap kali kita gagal.

Ralph Waldo Emerson

Fashion Style

 
Posted by Picasa
Fotografi kini mulai menjadi lifestyle bagi masyarakat Indonesia. Tak lengkap rasanya bila pergi ke suatu tempat apalagi ke tempat-tempat yang  indah tanpa membawa kamera SLR. Rasanya, kamera handphone ataupun kamera digital tidak cukup untuk mengabadikan moment-moment penting yang terjadi.
Fotografi selain telah berubah menjadi lifestyle, kini menjadi sebagai hobi yang menghasilkan. Pasalnya, banyak teman saya yang memang menyukai dunia fotografi kini menyalurkan hobinya dengan bekerja sebagai fotografer freelance.
Jika kita tekun untuk mengasah kemampuan, rasa dan kepekaan, kita bisa menjadifotografer handal seperti Darwis Triadi yaitu sosok yang kita kenal sebagai seorang ahli fotografer glamor dan fashion senior Indonesia.
Semakin berkembangnya minat fotografi dikalangan masyarakat, semakin banyak pula komunitas-komunitas pecinta fotografi yang bermunculan. Kita bisa ikut bergabunguntuk menambah pengetahuan mengenai fotografi dan juga menambah teman yang sama-sama mencintai dunia fotografi. Dikomunitas tersebut, kita dapat saling bertukarpikiran dan sharing ilmu dan pengalaman. Biasanya banyak kegiatan menyenangkanyang dilakukan dalam komunitas fotografi, misalnya saja hunting foto bersamaditempat-tempat yang menarik. Kegiatan tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi kita yang tertarik pada dunia fotografi.

Tips Fotografi Potret

 
Posted by Picasa
Potret atau Fotografi Potret merupakan seni fotografi yang menarik. Karena pada fotografi potret akan menampilkan obyek manusia, baik secara individual maupun kelompok, yang menonjolkan unsur kepribadian obyek foto tersebut. Yang termasuk foto potret adalah foto orang yang dicintai, foto teman-teman maupun anggota keluarga. Sebuah foto potret akan menampilkan orang dalam bentuk seluruh badan, atau separuh badan (pinggang ke kepala), atau close up yaitu wajah dan bahu saja atau bahkan kepala saja.
Untuk membuat foto berupa potret membutuhkan perencanaan yang baik. Kualitas foto bukan sekadar hasil jepretan kamera saja, namun dapat menampilkan makna dari kepribadian dan ekspresi orang yang ada dalam foto tersebut. Yang perlu diperhatikan tidak hanya subyek foto tersebut, namun juga pencahayaan, latar belakang, set, lokasi, pose, ekspresi muka dan warna. Meski mungkin Anda tidak mampu mengambil foto potret seindah fotografer profesional, namun dengan mempelajari beberapa teknik dasarnya, Anda bisa membuat foto potret sendiri.
Berikut ini beberapa tips dan saran untuk membuat foto potret yang baik.
  • Bagaimana cara membuat seseorang tersenyum di depan kamera?

    Pastikan subyek yang Anda foto dalam kondisi atau mood yang baik untuk difoto. Misalnya Anda ingin membuat foto seorang anak kecil, maka pastikan bahwa ia tidak dalam kondisi lelah atau lapar. Juga pastikan subyek yang Anda foto tidak dalam kondisi lelah karena dapat membuat wajah dan matanya menjadi lebih tegang. Anda dapat memberikan sedikit waktu untuk beristirahat atau menikmati makanan ringan sebelum sesi pemotretan dimulai. Dengan memberi waktu jedah istirahat sambil menikmati cemilan, Anda akan membangun interaksi yang baik dengan subyek foto Anda. Bersikap ramah dan berbicaralah dengannya yang akan membantunya lebih rileks.
    Namun jangan membuat situasi menjadi lucu hingga subyek tersebut tertawa terbahak-bahak. Karena hal ini dapat membuat matanya menjadi juling dan membuat aliran darah di wajah lebih banyak. Cobalah mengambil gambar dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda. Semakin banyak foto yang Anda buat, semakin banyak kesempatan memperoleh foto terbaik yang menampilkan karakter orang tersebut.
  • Bagaimana penanganan orang yang menggunakan kacamata?

    Kacamata dapat menimbulkan pantulan cahaya dan membuat silau. Karena itu Anda dapat melihatnya dari viewfinder atau layar LCD kamera Anda, apakah ada pantulan cahaya yang mengganggu. Jika ternyata ada pantulan cahaya di kacamata subyek yang Anda foto, Anda dapat memintanya untuk menggerakkan kepalanya secara perlahan hingga pantulan cahaya tersebut hilang dari titik tengah matanya. Anda juga dapat memintanya sedikit menundukkan kepalanya, namun berhati-hatilah agar tidak terjadi lipatan pada dagunya jika terlalu menunduk.
  • Bagaimana dengan pakaian dan penampilan?

    Jika Anda akan mengambil foto sekelompok orang, perhatikan juga warna pakaian. Gunakan warna yang enak dipandang. Atau Anda dapat juga meminta mereka menggunakan warna yang sama.
    Jika Anda akan mengambil foto seseorang, warna pakaian juga perlu diperhatikan. Jika Anda ingin memfoto seseorang berbadan besar, maka sebaiknya ia menggunakan pakaian berwarna gelap. Sebaliknya jika subyek Anda berbadan kurus atau kecil, maka mintalah ia menggunakan pakaian berwarna terang.
    Lalu pastikan pakaian tidak kusut saat difoto. Jika orang tersebut menggunakan dasi, perhatikan apakah dasinya sudah lurus dan rapi. Lalu pastikan rambutnya telah rapi. Mata Anda mungkin tidak mampu memperhatikan ada helai rambut yang keluar dan mengganggu, namun lensa kamera akan menangkapnya dengan jelas. Lalu jika Anda akan mengambil gambar seorang wanita, Anda dapat memperhatikan make up yang digunakan telah sesuai.
  • Apa yang perlu diperhatikan saat foto outdooratau di luar ruangan?

    Saat mengambil foto di luar ruangan, perhatikan situasi yang menjadi latar belakang foto tersebut. Pilihlah pohon, bunga, pagar kayu, atau tembok rumah sebagai latar belakang. Jangan mengambil foto dengan latar kegiatan yang sibuk seperti jalan raya, kabel listrik, atau daerah bisnis dan sibuk. Hal ini dapat mengurangi keindahan hasil foto Anda. Ingatlah subyek Anda dalam foto potret adalah orang yang akan Anda foto saja dan bukan latar belakangnya.
  • Apa yang perlu diperhatikan saat foto indoor atau di dalam ruangan?

    Jika Anda mengambil foto di dalam ruangan, Anda bisa mempersilahkan subyek yang Anda foto untuk duduk di kursi atau sofa yang diletakkan di depan sebuah tembok berwarna cerah atau di dekat tanaman indoor
    Anda juga dapat mengatur agar latar belakang foto tersebut menggambarkan pekerjaan dan kegiatan favorit dari subyek yang Anda foto. Misalnya Anda dapat meletakkan meja atau alat jahit sebagai latar belakang.
  • Lensa apa yang cocok untuk foto potret?

    Anda dapat menggunakan lensa antara 105 sampai 150 mm untuk mengambil foto potret. Jika Anda tidak dapat mengganti atau mengatur lensa kamera Anda, misalnya kamera saku (pocket camera), Anda dapat mengatur jarak antara Anda dan subyek yang difoto. Cobalah mendekati atau menjauh dari subyek hingga Anda mendapatkan posisi foto yang paling tepat.
  • Bagaimana komposisi foto yang tepat?

    Anda dapat menyisakan sedikit jarak dari subyek yang Anda foto ke sisi foto tersebut. Jarak ini berguna jika Anda akan membuat bingkai untuk foto tersebut sehingga tidak akan memotong bagian tubuh subyek yang Anda foto.
    Lalu posisikan wajah atau mata dari subyek foto Anda pada area kira-kira sepertiga bagian atas atau samping atau bawah foto Anda. Dalam ilmu fotografi, teknik ini dikenal dengan nama rule of thirds. Anda juga dapat menjadikan mata dari subyek foto di bagian tengah foto Anda.
  • Bagaimana dengan posisi dan sikap dari subyek foto?

    Pastikan subyek yang Anda foto dalam posisi rileks, baik saat berdiri, duduk, atau berbaring. Jika wajahnya terlalu bulat, mintalah subyek foto Anda untuk sedikit memutar kepala atau badannya sehingga hanya sebagian dari wajahnya terkena pencahayaan. Hal ini akan membuat wajahnya lebih ramping.
    Perhatikan posisi tubuh yang lain, seperti tangan dan kaki. Pastikan posisi tubuh dalam posisi alami atau natural. Cobalah agar subyek yang Anda foto memegang sesuatu atau melakukan pose yang alamiah. Jangan biarkan kedua tangan lurus ke bawah di samping tubuh. Hal ini sering dilakukan fotografer pemula namun akan membuat subyek terlihat kaku dalam foto.
  • Bagaimana cara mengambil gambar subyek pasangan?

    Mintalah mereka untuk sedikit memiringkan kepala satu sama lain. Hal ini untuk menghindari kepala mereka sama tinggi. Cobalah menempatkan tinggi hidung salah satu orang pada ketinggian mata orang lainnya.
  • Bagaimana dengan pencahayaan?

    Jika Anda mengambil foto di luar ruangan (outdoor), saat terbaik adalah pada sore hari, karena udara lebih tenang dan warna cahaya terlihat lebih hangat. Hindari cahaya matahari terlalu terik sehingga membuat mata dari subyek foto Anda menjadi sipit karena terlalu silau.
    Jika matahari terlalu terik, posisikan agar matahari menyinari dari belakang subyek foto Anda. Memang hal ini akan menyebabkan wajahnya menjadi gelap karena menjadi bayangan matahari yang menyinari dari belakang. Anda dapat menggunakan flash atau blitz atau lampu kilat untuk menerangi daerah yang menjadi bayangan matahari. Anda juga dapat menggunakan reflector atau yang paling mudah menggunakan white board untuk memantulkan cahaya matahari ke bagian yang menjadi bayangan matahari.
    Jika mengambil gambar di dalam ruangan (indoor), gunakan blitz untuk pencahayaan. Anda juga dapat mengambil gambar di dekat jendela yang memiliki pencahayaan lebih terang. Lakukan ini di daerah yang memiliki tembok berwarna putih atau terang, karena akan memantulkan cahaya dari blitzkamera Anda sehingga lebih memperkuat pencahayaan.

Glass Grass

 
Posted by Picasa
Dalam cerita : MENGAPA IBU TEGA?
“Pak mengapa sih bapak tidak mau menikah dengan mbak Tun?”Tanya Eko kepada Isnanto ayahnya.
“Ada apa Ko memangnya?”Isnanto menjawab pertanyaan anaknya dengan pertanyaan pula.
“Ndak apa apa pak,Eko iklas kok kalau bapak menikah lagi,apalagi kita sudah mengenal mbak siapa mbak Tun.”Jawab eko sambil memperhatikan ayahnya yang tampak menghela nafas.
“Sudahlah Ko,kamu tidak usah mikir bapak,kamu sekolah saja yang pinter dan jangan lupa tetap pergi ke mushola.”Ayahnya kemudian meninggalkannya sendiri di ruang tamu.
“Hemm,bapak.”Ia bergumam sendiri sambil menyelami perasaan ayahnya.
“Apa yang dirasakan bapak?Kesedihan atas kegagalan atau karena penghianatan?”berkecamuk dalam pikiran Eko.
Eko kecil dulu waktu lahir tidak ditunggui Isnanto ayahnya,karena Isnanto sedang merantau jadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia.
Ketika ia berusia dua tahun ayahnya pulang dan menetap di rumah.
Setahun kemudian ibunya juga meninggalkannya untuk pergi menjadi Tenaga Kerja Wanita ke sebuah negara.
Eko kecil diasuh ayahnya di rumah kakek dan neneknya dari pihak ayahnya.
Eko senantiasa merindukan wajah yang hanya samar samar ia ingat semenjak ia kecil hingga kini telah duduk di bangku SMU,yaitu wajah ibunya.
Kemudian jika demikian ia akan menelepon ibunya.
“Halo ibu ini Eko.”
“Halo Eko kamu lagi ngapain?”jawab ibunya dari seberang.
Eko kemudian terbawa bayangan seorang ibu yang lembut dan menyayanginya.
“Ya sedang kangen sama ibu.”Jawab Eko.
Kemudian Eko pasti meminta ibunya segera pulang dan menetap dirumah.
“Sabar ya sayang,ibu masih menghabiskan masa kontrak dan cari modal untuk di rumah.”Jawaban yang pasti ia dapatkan dari ibunya.
Jika kerinduannya yang mendalam tak tertahan ia meminta ayahnya untuk merayu ibunya agar mau pulang dan menetap di rumah.Pun demikian jawaban ibunya kepada Isnanto ayahnya sama jawabnya seperti yang ia terima :”Menghabiskan masa kontrak dan mencari modal.”
Tiga bulan yang lalu Eko masih melakukan itu,menelepon ibunya dan mengobati rindu lewat suara meski wajah ibunya hanya samar samar.
Sampai suatu hari Warmin pak denya menemui ayahnya dan membicarakan sesuatu.
Wajah Isnanto ayahnya pucat,tubuhnya gemetar,kemudian mengambil air minum menenangkan diri.
Ketika pak de Warmin pergi Eko menanyai ayahnya.
“Ada apa pak?”
Isnanto tidak menjawab,ia masuk ke kamar.
Dua hari kemudian Eko disuruh menelepon ibunya dan menanyakan sesuatu.
“Eko sayang,itu tidak benar.”
“sungguh bu,itu hanya khabar burung dari teman teman ibu yang pulang.”tanya Eko.
Kemudian ibunya meyakinkan pernyataannya.
Akhirnya di lain hari Eko menelepon ibunya agar menjawab pertanyaannya dengan jujur.
“Baiklah bu,kalau ibu tidak mau terus terang saya harap ibu tidak menganggap aku anakmu dan jangan merasa pernah melahirkanku.”
Dari seberang terdengar helaan nafas dan akhirnya Ibunya menjawab.
Jawaban yang membuat seakan dunia yang ditempatinya kiamat.
“Baiklah Ko,ibu ngaku bahwa ibu sudah menikah lagi di sini.”
Jawaban yang membuat ia tidak simpati dan mengharap pertemuan dengan ibunya yang pernah ia dambakan sejak ia kecil hingga ia sekolah di SMU.
Dan kini betapa ia bisa merasakan perasaan bapaknya yang telah ditinggalkan ibunya sedang ayahnya belum menceraikan ibunya.

Night Musings

 
Posted by Picasa
Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain.
- Thomas Hardy

Prince Puppet

 
Posted by Picasa
Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer.
- Sydney Harris
 
Support : Your Link | http://nynyo.blogspot.com | Your Link
Copyright © 2013. Fian_grafity - All Rights Reserved