Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Fort Vastenburg

 
Posted by Picasa
Benteng Vastenburg adalah benteng peninggalan Belanda yang terletak di kawasan Gladak, Surakarta. Benteng ini dibangun tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. Sebagai bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta, benteng ini dibangun, sekaligus sebagai pusat garnisun. Di seberangnya terletak kediaman gubernur Belanda (sekarang kantor Balaikota Surakarta) di kawasan Gladak.
Bentuk tembok benteng berupa bujur sangkar yang ujung-ujungnya terdapat penonjolan ruang yang disebut seleka (bastion). Di sekeliling tembok benteng terdapat parit yang berfungsi sebagai perlindungan dengan jembatan di pintu depan dan belakang. Bangunan terdiri dari beberapa barak yang terpisah dengan fungsi masing-masing dalam militer. Di tengahnya terdapat lahan terbuka untuk persiapan pasukan atau apel bendera.
Setelah kemerdekaan, benteng ini digunakan sebagai markas TNI untuk mempertahankan kemerdekaan. Pada masa 1970-1980-an bangunan ini digunakan sebagai tempat pelatihan keprajuritan dan pusat Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya Kostrad untuk wilayah Karesidenan Surakartadan sekitarnya.
Namun sayang, kondisi benteng saat ini dipenuhi semak belukar yang menutupi kemegahannya. Kabar gembiranya, benteng ini akan segera direstorasi.

Key Dreams

 
Posted by Picasa
Kebanggaan terbesar kita bukan karena tidak pernah gagal, tetapi kemauan kita untuk bangkit setiap kali kita gagal.

Ralph Waldo Emerson

Fashion Style

 
Posted by Picasa
Fotografi kini mulai menjadi lifestyle bagi masyarakat Indonesia. Tak lengkap rasanya bila pergi ke suatu tempat apalagi ke tempat-tempat yang  indah tanpa membawa kamera SLR. Rasanya, kamera handphone ataupun kamera digital tidak cukup untuk mengabadikan moment-moment penting yang terjadi.
Fotografi selain telah berubah menjadi lifestyle, kini menjadi sebagai hobi yang menghasilkan. Pasalnya, banyak teman saya yang memang menyukai dunia fotografi kini menyalurkan hobinya dengan bekerja sebagai fotografer freelance.
Jika kita tekun untuk mengasah kemampuan, rasa dan kepekaan, kita bisa menjadifotografer handal seperti Darwis Triadi yaitu sosok yang kita kenal sebagai seorang ahli fotografer glamor dan fashion senior Indonesia.
Semakin berkembangnya minat fotografi dikalangan masyarakat, semakin banyak pula komunitas-komunitas pecinta fotografi yang bermunculan. Kita bisa ikut bergabunguntuk menambah pengetahuan mengenai fotografi dan juga menambah teman yang sama-sama mencintai dunia fotografi. Dikomunitas tersebut, kita dapat saling bertukarpikiran dan sharing ilmu dan pengalaman. Biasanya banyak kegiatan menyenangkanyang dilakukan dalam komunitas fotografi, misalnya saja hunting foto bersamaditempat-tempat yang menarik. Kegiatan tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi kita yang tertarik pada dunia fotografi.

Tips Fotografi Potret

 
Posted by Picasa
Potret atau Fotografi Potret merupakan seni fotografi yang menarik. Karena pada fotografi potret akan menampilkan obyek manusia, baik secara individual maupun kelompok, yang menonjolkan unsur kepribadian obyek foto tersebut. Yang termasuk foto potret adalah foto orang yang dicintai, foto teman-teman maupun anggota keluarga. Sebuah foto potret akan menampilkan orang dalam bentuk seluruh badan, atau separuh badan (pinggang ke kepala), atau close up yaitu wajah dan bahu saja atau bahkan kepala saja.
Untuk membuat foto berupa potret membutuhkan perencanaan yang baik. Kualitas foto bukan sekadar hasil jepretan kamera saja, namun dapat menampilkan makna dari kepribadian dan ekspresi orang yang ada dalam foto tersebut. Yang perlu diperhatikan tidak hanya subyek foto tersebut, namun juga pencahayaan, latar belakang, set, lokasi, pose, ekspresi muka dan warna. Meski mungkin Anda tidak mampu mengambil foto potret seindah fotografer profesional, namun dengan mempelajari beberapa teknik dasarnya, Anda bisa membuat foto potret sendiri.
Berikut ini beberapa tips dan saran untuk membuat foto potret yang baik.
  • Bagaimana cara membuat seseorang tersenyum di depan kamera?

    Pastikan subyek yang Anda foto dalam kondisi atau mood yang baik untuk difoto. Misalnya Anda ingin membuat foto seorang anak kecil, maka pastikan bahwa ia tidak dalam kondisi lelah atau lapar. Juga pastikan subyek yang Anda foto tidak dalam kondisi lelah karena dapat membuat wajah dan matanya menjadi lebih tegang. Anda dapat memberikan sedikit waktu untuk beristirahat atau menikmati makanan ringan sebelum sesi pemotretan dimulai. Dengan memberi waktu jedah istirahat sambil menikmati cemilan, Anda akan membangun interaksi yang baik dengan subyek foto Anda. Bersikap ramah dan berbicaralah dengannya yang akan membantunya lebih rileks.
    Namun jangan membuat situasi menjadi lucu hingga subyek tersebut tertawa terbahak-bahak. Karena hal ini dapat membuat matanya menjadi juling dan membuat aliran darah di wajah lebih banyak. Cobalah mengambil gambar dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda. Semakin banyak foto yang Anda buat, semakin banyak kesempatan memperoleh foto terbaik yang menampilkan karakter orang tersebut.
  • Bagaimana penanganan orang yang menggunakan kacamata?

    Kacamata dapat menimbulkan pantulan cahaya dan membuat silau. Karena itu Anda dapat melihatnya dari viewfinder atau layar LCD kamera Anda, apakah ada pantulan cahaya yang mengganggu. Jika ternyata ada pantulan cahaya di kacamata subyek yang Anda foto, Anda dapat memintanya untuk menggerakkan kepalanya secara perlahan hingga pantulan cahaya tersebut hilang dari titik tengah matanya. Anda juga dapat memintanya sedikit menundukkan kepalanya, namun berhati-hatilah agar tidak terjadi lipatan pada dagunya jika terlalu menunduk.
  • Bagaimana dengan pakaian dan penampilan?

    Jika Anda akan mengambil foto sekelompok orang, perhatikan juga warna pakaian. Gunakan warna yang enak dipandang. Atau Anda dapat juga meminta mereka menggunakan warna yang sama.
    Jika Anda akan mengambil foto seseorang, warna pakaian juga perlu diperhatikan. Jika Anda ingin memfoto seseorang berbadan besar, maka sebaiknya ia menggunakan pakaian berwarna gelap. Sebaliknya jika subyek Anda berbadan kurus atau kecil, maka mintalah ia menggunakan pakaian berwarna terang.
    Lalu pastikan pakaian tidak kusut saat difoto. Jika orang tersebut menggunakan dasi, perhatikan apakah dasinya sudah lurus dan rapi. Lalu pastikan rambutnya telah rapi. Mata Anda mungkin tidak mampu memperhatikan ada helai rambut yang keluar dan mengganggu, namun lensa kamera akan menangkapnya dengan jelas. Lalu jika Anda akan mengambil gambar seorang wanita, Anda dapat memperhatikan make up yang digunakan telah sesuai.
  • Apa yang perlu diperhatikan saat foto outdooratau di luar ruangan?

    Saat mengambil foto di luar ruangan, perhatikan situasi yang menjadi latar belakang foto tersebut. Pilihlah pohon, bunga, pagar kayu, atau tembok rumah sebagai latar belakang. Jangan mengambil foto dengan latar kegiatan yang sibuk seperti jalan raya, kabel listrik, atau daerah bisnis dan sibuk. Hal ini dapat mengurangi keindahan hasil foto Anda. Ingatlah subyek Anda dalam foto potret adalah orang yang akan Anda foto saja dan bukan latar belakangnya.
  • Apa yang perlu diperhatikan saat foto indoor atau di dalam ruangan?

    Jika Anda mengambil foto di dalam ruangan, Anda bisa mempersilahkan subyek yang Anda foto untuk duduk di kursi atau sofa yang diletakkan di depan sebuah tembok berwarna cerah atau di dekat tanaman indoor
    Anda juga dapat mengatur agar latar belakang foto tersebut menggambarkan pekerjaan dan kegiatan favorit dari subyek yang Anda foto. Misalnya Anda dapat meletakkan meja atau alat jahit sebagai latar belakang.
  • Lensa apa yang cocok untuk foto potret?

    Anda dapat menggunakan lensa antara 105 sampai 150 mm untuk mengambil foto potret. Jika Anda tidak dapat mengganti atau mengatur lensa kamera Anda, misalnya kamera saku (pocket camera), Anda dapat mengatur jarak antara Anda dan subyek yang difoto. Cobalah mendekati atau menjauh dari subyek hingga Anda mendapatkan posisi foto yang paling tepat.
  • Bagaimana komposisi foto yang tepat?

    Anda dapat menyisakan sedikit jarak dari subyek yang Anda foto ke sisi foto tersebut. Jarak ini berguna jika Anda akan membuat bingkai untuk foto tersebut sehingga tidak akan memotong bagian tubuh subyek yang Anda foto.
    Lalu posisikan wajah atau mata dari subyek foto Anda pada area kira-kira sepertiga bagian atas atau samping atau bawah foto Anda. Dalam ilmu fotografi, teknik ini dikenal dengan nama rule of thirds. Anda juga dapat menjadikan mata dari subyek foto di bagian tengah foto Anda.
  • Bagaimana dengan posisi dan sikap dari subyek foto?

    Pastikan subyek yang Anda foto dalam posisi rileks, baik saat berdiri, duduk, atau berbaring. Jika wajahnya terlalu bulat, mintalah subyek foto Anda untuk sedikit memutar kepala atau badannya sehingga hanya sebagian dari wajahnya terkena pencahayaan. Hal ini akan membuat wajahnya lebih ramping.
    Perhatikan posisi tubuh yang lain, seperti tangan dan kaki. Pastikan posisi tubuh dalam posisi alami atau natural. Cobalah agar subyek yang Anda foto memegang sesuatu atau melakukan pose yang alamiah. Jangan biarkan kedua tangan lurus ke bawah di samping tubuh. Hal ini sering dilakukan fotografer pemula namun akan membuat subyek terlihat kaku dalam foto.
  • Bagaimana cara mengambil gambar subyek pasangan?

    Mintalah mereka untuk sedikit memiringkan kepala satu sama lain. Hal ini untuk menghindari kepala mereka sama tinggi. Cobalah menempatkan tinggi hidung salah satu orang pada ketinggian mata orang lainnya.
  • Bagaimana dengan pencahayaan?

    Jika Anda mengambil foto di luar ruangan (outdoor), saat terbaik adalah pada sore hari, karena udara lebih tenang dan warna cahaya terlihat lebih hangat. Hindari cahaya matahari terlalu terik sehingga membuat mata dari subyek foto Anda menjadi sipit karena terlalu silau.
    Jika matahari terlalu terik, posisikan agar matahari menyinari dari belakang subyek foto Anda. Memang hal ini akan menyebabkan wajahnya menjadi gelap karena menjadi bayangan matahari yang menyinari dari belakang. Anda dapat menggunakan flash atau blitz atau lampu kilat untuk menerangi daerah yang menjadi bayangan matahari. Anda juga dapat menggunakan reflector atau yang paling mudah menggunakan white board untuk memantulkan cahaya matahari ke bagian yang menjadi bayangan matahari.
    Jika mengambil gambar di dalam ruangan (indoor), gunakan blitz untuk pencahayaan. Anda juga dapat mengambil gambar di dekat jendela yang memiliki pencahayaan lebih terang. Lakukan ini di daerah yang memiliki tembok berwarna putih atau terang, karena akan memantulkan cahaya dari blitzkamera Anda sehingga lebih memperkuat pencahayaan.

Glass Grass

 
Posted by Picasa
Dalam cerita : MENGAPA IBU TEGA?
“Pak mengapa sih bapak tidak mau menikah dengan mbak Tun?”Tanya Eko kepada Isnanto ayahnya.
“Ada apa Ko memangnya?”Isnanto menjawab pertanyaan anaknya dengan pertanyaan pula.
“Ndak apa apa pak,Eko iklas kok kalau bapak menikah lagi,apalagi kita sudah mengenal mbak siapa mbak Tun.”Jawab eko sambil memperhatikan ayahnya yang tampak menghela nafas.
“Sudahlah Ko,kamu tidak usah mikir bapak,kamu sekolah saja yang pinter dan jangan lupa tetap pergi ke mushola.”Ayahnya kemudian meninggalkannya sendiri di ruang tamu.
“Hemm,bapak.”Ia bergumam sendiri sambil menyelami perasaan ayahnya.
“Apa yang dirasakan bapak?Kesedihan atas kegagalan atau karena penghianatan?”berkecamuk dalam pikiran Eko.
Eko kecil dulu waktu lahir tidak ditunggui Isnanto ayahnya,karena Isnanto sedang merantau jadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia.
Ketika ia berusia dua tahun ayahnya pulang dan menetap di rumah.
Setahun kemudian ibunya juga meninggalkannya untuk pergi menjadi Tenaga Kerja Wanita ke sebuah negara.
Eko kecil diasuh ayahnya di rumah kakek dan neneknya dari pihak ayahnya.
Eko senantiasa merindukan wajah yang hanya samar samar ia ingat semenjak ia kecil hingga kini telah duduk di bangku SMU,yaitu wajah ibunya.
Kemudian jika demikian ia akan menelepon ibunya.
“Halo ibu ini Eko.”
“Halo Eko kamu lagi ngapain?”jawab ibunya dari seberang.
Eko kemudian terbawa bayangan seorang ibu yang lembut dan menyayanginya.
“Ya sedang kangen sama ibu.”Jawab Eko.
Kemudian Eko pasti meminta ibunya segera pulang dan menetap dirumah.
“Sabar ya sayang,ibu masih menghabiskan masa kontrak dan cari modal untuk di rumah.”Jawaban yang pasti ia dapatkan dari ibunya.
Jika kerinduannya yang mendalam tak tertahan ia meminta ayahnya untuk merayu ibunya agar mau pulang dan menetap di rumah.Pun demikian jawaban ibunya kepada Isnanto ayahnya sama jawabnya seperti yang ia terima :”Menghabiskan masa kontrak dan mencari modal.”
Tiga bulan yang lalu Eko masih melakukan itu,menelepon ibunya dan mengobati rindu lewat suara meski wajah ibunya hanya samar samar.
Sampai suatu hari Warmin pak denya menemui ayahnya dan membicarakan sesuatu.
Wajah Isnanto ayahnya pucat,tubuhnya gemetar,kemudian mengambil air minum menenangkan diri.
Ketika pak de Warmin pergi Eko menanyai ayahnya.
“Ada apa pak?”
Isnanto tidak menjawab,ia masuk ke kamar.
Dua hari kemudian Eko disuruh menelepon ibunya dan menanyakan sesuatu.
“Eko sayang,itu tidak benar.”
“sungguh bu,itu hanya khabar burung dari teman teman ibu yang pulang.”tanya Eko.
Kemudian ibunya meyakinkan pernyataannya.
Akhirnya di lain hari Eko menelepon ibunya agar menjawab pertanyaannya dengan jujur.
“Baiklah bu,kalau ibu tidak mau terus terang saya harap ibu tidak menganggap aku anakmu dan jangan merasa pernah melahirkanku.”
Dari seberang terdengar helaan nafas dan akhirnya Ibunya menjawab.
Jawaban yang membuat seakan dunia yang ditempatinya kiamat.
“Baiklah Ko,ibu ngaku bahwa ibu sudah menikah lagi di sini.”
Jawaban yang membuat ia tidak simpati dan mengharap pertemuan dengan ibunya yang pernah ia dambakan sejak ia kecil hingga ia sekolah di SMU.
Dan kini betapa ia bisa merasakan perasaan bapaknya yang telah ditinggalkan ibunya sedang ayahnya belum menceraikan ibunya.
 
Support : Your Link | http://nynyo.blogspot.com | Your Link
Copyright © 2013. Fian_grafity - All Rights Reserved